Rupiah Diprediksi Melemah Akibat Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat. Penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan serangan besar ke Venezuela yang berakhir dengan penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke New York. Keduanya kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai dampak terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Berdasarkan faktor ini, kurs rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    BTN Siapkan Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun untuk memastikan kecukupan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Penyediaan dana…

    IHSG Senin Pagi Melemah 21,76 Poin

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (16/3/2026) dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham…