Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Kamis (1/10/2026). Rupiah berada di level Rp17.906 per dolar AS, turun 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang tertekan terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen, dolar Singapura 0,16 persen, yen Jepang 0,48 persen, dan won Korea Selatan 0,27 persen.
Di kawasan Asia, hanya yuan China yang tercatat menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak relatif datar terhadap dolar AS. Mata uang negara maju yang dipantau juga mayoritas melemah, seperti euro 0,02 persen, poundsterling 0,03 persen, dolar Australia 0,06 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan franc Swiss 0,02 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah terjadi ketika dolar AS kembali menguat setelah revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.
Selain faktor eksternal, investor juga mencermati rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia pada Kamis. Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.







