Seskab: 90 Persen Usulan RI Dikabulkan, 1.819 Produk Bebas Tarif AS

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan 90 persen usulan Indonesia diakomodasi dalam perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington D.C., Kamis (19/2).

Menurut Teddy, salah satu capaian utama dalam kesepakatan tersebut adalah pemberian tarif nol persen bagi 1.819 produk Indonesia di pasar AS. Komoditas yang mendapat fasilitas itu antara lain sawit, kopi, kakao, hingga komponen elektronik, sehingga dinilai akan meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor nasional.

Ia menjelaskan proses negosiasi dilakukan secara intensif melalui empat kunjungan delegasi ke Washington D.C., tujuh putaran perundingan, serta lebih dari sembilan pertemuan langsung dan virtual. Perjanjian ini disebut murni berfokus pada sektor ekonomi tanpa memuat klausul non-ekonomi, dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.

Kesepakatan tersebut juga membuka peluang peningkatan ekspor tekstil Indonesia hingga sepuluh kali lipat, yang berpotensi berdampak pada sekitar 4 juta pekerja industri tekstil nasional. Di sisi lain, pemerintah memastikan perlindungan harga pangan domestik tetap menjadi prioritas.

Sebagai bagian dari timbal balik, Indonesia memberikan tarif nol persen bagi produk pertanian AS berupa kedelai dan gandum guna menjaga stabilitas harga bahan pokok seperti tahu, tempe, dan mi.

Perjanjian ini turut dibarengi komitmen investasi senilai total 38,4 miliar dolar AS, termasuk rencana pembelian 50 pesawat Boeing, impor gas dan minyak mentah senilai 15 miliar dolar AS per tahun, perpanjangan kontrak Freeport hingga 2061, serta tambahan investasi 20 miliar dolar AS dalam 20 tahun mendatang.

Kedua negara juga sepakat membentuk Council of Trade and Investment sebagai forum dialog ekonomi untuk membahas isu perdagangan dan investasi, mengantisipasi lonjakan impor tidak wajar, serta menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Pemerintah menilai kesepakatan ini menjadi langkah strategis memperkuat hubungan bilateral yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Presiden Prabowo Dorong Program Gizi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia, mengatasi stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Pernyataan ini disampaikan saat sesi roundtable Business Summit di…

    Gentengisasi Pakai Produk Lokal, Menteri PKP Optimistis UMKM Terangkat

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan program ‘gentengisasi’ akan sepenuhnya memanfaatkan produk lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri domestik sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.…