Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan populasi hingga 200 ribu ekor. Program ini digagas untuk memperkuat pasokan daging dan susu nasional melalui model Integrated Cattle Industry, yang menggabungkan sapi potong, sapi perah, dan pengolahan produk di satu kawasan seluas 40.006 hektare di Kabupaten Sukamara.
Populasi awal hanya sekitar 1.000 ekor, namun target jangka panjang adalah 200.000 indukan produktif. Konsep ini didukung integrated farming sapi–kelapa sawit, pemanfaatan rumput adaptif di lahan marginal, serta fasilitas pengolahan daging dan susu untuk efisiensi dan nilai tambah usaha.
Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kemudahan regulasi dan kepastian investasi untuk mendorong percepatan pembangunan. Skema kemitraan inti–plasma disiapkan agar perusahaan besar bermitra dengan peternak rakyat, didukung pembiayaan melalui KUR dan perlindungan asuransi untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi sapi nasional dan produksi daging, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar, sejalan dengan agenda Indonesia Emas 2045.
Dikutip dari antaranews.com







