Viralitas Media Sosial: Dari Tren Cepat Hingga Kontestasi Makna Budaya

Fenomena viral di media sosial kian menjadi tren, mendorong individu berlomba-lomba menciptakan atau mengikuti konten populer. Menurut Dr. Dian Arymami, Dosen Ilmu Komunikasi UGM, viralitas bukan sekadar perubahan teknis komunikasi, tetapi menjadi narasi budaya yang membentuk emosi, keyakinan, dan cara pandang masyarakat digital.

Media sosial kini bekerja melalui simbol, visual, dan representasi yang membangun persepsi kolektif, menjadikan viralitas arena kontestasi makna. Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UGM, Daffa Lazuardy, menekankan perbedaan antara viralitas dan popularitas: viral terjadi cepat dan fluktuatif, dipengaruhi algoritma platform, fenomena yang disebut TikTokification.

Mufti Nurlatifah menambahkan, meski media sosial memiliki potensi positif, kesadaran kritis dan literasi digital penting agar pengguna tidak hanya menjadi konsumen pasif narasi yang dirancang sistem. Dengan memahami relasi kuasa dan logika algoritma, masyarakat dapat menanggapi fenomena viral secara reflektif dan membentuk budaya digital yang lebih bijak.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kentang Mustofa Jadi Camilan Viral, Banyak Dipesan Jelang Lebaran

    Camilan viral kentang mustofa tengah ramai diburu masyarakat menjelang Lebaran 1447 H. Olahan berbahan dasar kentang ini memiliki tekstur renyah di luar namun lembut di dalam, serta rasa gurih, pedas,…

    Lisa BLACKPINK Temui Punch Si Bayi Monyet Viral di Jepang

    Lisa BLACKPINK memantau berita tentang Punch, bayi monyet makaka Jepang yang viral setelah ditinggalkan induknya dan sempat ditolak kelompoknya. Pada Sabtu, 7 Maret 2026, Lisa mengunjungi Punch di Kebun Binatang…