Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta perguruan tinggi di Indonesia bertransformasi dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan atau publikasi ilmiah. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus dijalankan secara terintegrasi sehingga memberi kontribusi langsung bagi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Fauzan menjelaskan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini mendorong konsep “Kampus Berdampak”, yakni perguruan tinggi yang mampu menghubungkan kegiatan akademik dengan pembangunan serta kebutuhan industri.
Ia juga menyoroti bahwa sekitar 68,95 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif pada 2025. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan menentukan arah pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Fauzan menambahkan, kampus yang hebat bukan hanya yang menerima mahasiswa terbaik sejak awal, tetapi yang mampu membentuk mahasiswa biasa menjadi lulusan yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Dikutip dari antaranews.com







