Wamenkomdigi Soroti Fenomena “Zero Click” Tantangan Industri Pers

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan bahwa munculnya fenomena zero click menjadi tantangan serius bagi dunia pers di era transformasi digital. Pernyataan ini disampaikan dalam Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 di Bogor, Jumat (30/1/2026).

Fenomena zero click terjadi ketika publik memperoleh informasi langsung dari mesin pencari atau layanan AI tanpa harus mengunjungi situs web media. Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin canggih memungkinkan ringkasan berita disajikan langsung kepada pembaca, sehingga distribusi berita tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kontrol redaksi media.

Nezar menambahkan, pergeseran konsumsi berita ke platform digital dan layanan AI berdampak langsung pada trafik media serta keberlanjutan industri pers. Data riset Reuters Institute dan University of Oxford menunjukkan penurunan optimisme pelaku media, dengan trafik digital turun lebih dari 40 persen karena pengguna lebih sering mengakses informasi melalui AI daripada portal resmi media.

Menurut Wamenkomdigi, kondisi ini menuntut media untuk beradaptasi dengan cepat, memikirkan strategi baru, dan memanfaatkan teknologi digital agar tetap relevan serta menjaga keberlanjutan jurnalisme di tengah dominasi platform berbasis AI.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…