Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban ke 552 Daerah dan Pesantren

Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban untuk perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke 552 daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan sebanyak 598 ekor sapi disalurkan kepada 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota. Sementara 500 ekor lainnya diberikan kepada berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, organisasi sosial keagamaan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Distribusi sapi kurban ke daerah melebihi jumlah wilayah penerima karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang ditetapkan Presiden, yakni antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Sebagai pengganti, daerah-daerah tersebut menerima dua ekor sapi.

Jenis sapi yang disalurkan merupakan sapi premium, di antaranya Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais. Seluruh hewan kurban dipastikan telah memenuhi syarat syariat Islam, termasuk berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, sehat, dan tidak cacat.

Program penyediaan sapi kurban ini dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara bersama Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia. Seluruh sapi berasal dari peternak lokal sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas peternakan nasional sekaligus memastikan manfaat kurban dapat dirasakan masyarakat luas.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Penyidikan Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Direktur Perusahaan

    Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mendalami dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025-2026. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak…

    KSP Sebut Sekolah Nasional Terintegrasi Jadi Strategi Pemerataan Pendidikan Berkualitas

    Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Kepala KSP Dudung Abdurachman…