Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam pesan menyambut 1 Muharam 1448 H, Nasaruddin menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap dan cara pandang dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat hijrah mengajarkan pentingnya berpindah dari sikap saling curiga menuju saling percaya, serta dari perpecahan menuju persatuan.
Ia menilai nilai-nilai hijrah perlu diwujudkan melalui penguatan dialog, toleransi, dan persaudaraan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan sosial yang muncul akibat perkembangan zaman dan era disrupsi, masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersamaan serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kemaslahatan bersama.
Menag juga mengingatkan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW memberikan pelajaran penting tentang persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, setiap individu didorong untuk memulai perubahan dari diri sendiri melalui peningkatan kualitas pribadi, integritas, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Menutup pesannya, Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap momentum pergantian tahun menjadi awal yang baik untuk memperkuat persatuan bangsa serta menghadirkan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi Indonesia.
Sumber RRI.co.id






