Purbalingga – PT Jasa Raharja Cabang Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam mendukung terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas melalui partisipasi pada kegiatan Kampung Tertib Lalu Lintas yang diselenggarakan di Perum Griya Abdi Kencana, Kabupaten Purbalingga, dan Desa Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara pada Kamis 9 Juli 2026. Program yang diinisiasi oleh Kepolisian ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Wilayah Jawa Tengah, Lumalo Marajuang Harahap, didampingi Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Tk. I Wangon, Fatahillah Amsar, yang mewakili Kepala Cabang Jasa Raharja Purwokerto. Kehadiran Jasa Raharja menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui kolaborasi dengan Kepolisian dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya disiplin dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.
Sebagai wujud komitmen dalam mendukung keselamatan berkendara, Jasa Raharja menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berupa 15 helm berstandar SNI kepada masyarakat di Perum Giya Abdi Kencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan helm sebagai perlengkapan keselamatan utama bagi pengendara sepeda motor.
Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Wilayah Jawa Tengah, Lumalo Marajuang Harahap, menyampaikan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun budaya keselamatan dari lingkungan masyarakat. Jasa Raharja mendukung penuh program ini sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan masyarakat yang semakin peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Melalui Kampung Tertib Lalu Lintas, kami berharap budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat sehingga mampu menurunkan risiko terjadinya kecelakaan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara Jasa Raharja, Kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan Kampung Tertib Lalu Lintas dapat menjadi contoh penerapan budaya tertib berlalu lintas di tingkat komunitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta mendukung terwujudnya Zero Fatality melalui upaya pencegahan kecelakaan yang berkelanjutan.







