Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai percepatan penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas. Menurutnya, upaya tersebut harus didukung data yang akurat serta strategi yang komprehensif agar mampu menjawab kebutuhan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per September 2025, terdapat 363.921 murid penyandang disabilitas di Indonesia. Sebanyak 199.375 di antaranya menempuh pendidikan di 60.910 satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI), namun hanya sekitar 15 persen sekolah yang memiliki guru pembimbing khusus (GPK).
Lestari mengapresiasi program pemerintah yang menargetkan pelatihan bagi 1.500 guru di 25 provinsi sepanjang 2026. Meski demikian, ia menilai target tersebut masih belum sebanding dengan kebutuhan nasional, sehingga pemerintah perlu memperluas dan mempercepat peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Selain penguasaan aspek teknis, Lestari menekankan guru juga harus mampu memahami kebutuhan setiap peserta didik dan menerapkan metode pembelajaran yang adaptif. Menurutnya, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar guru dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang setara, humanis, dan relevan dengan perkembangan era digital.
Dikutip dari antaranews.com






