Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,07 triliun sepanjang semester I 2026 sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi koperasi dan pelaku usaha produktif di berbagai sektor.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, mengatakan realisasi penyaluran tersebut terdiri atas Rp313,6 miliar untuk pembiayaan koperasi simpan pinjam dan Rp760,1 miliar bagi sektor riil. Sepanjang tahun 2026, LPDB menargetkan total penyaluran dana bergulir mencapai Rp2,1 triliun.
Hingga 30 Juni 2026, total dana bergulir yang telah disalurkan LPDB sejak berdiri pada 2008 mencapai Rp22,4 triliun, meliputi Rp17,4 triliun untuk pembiayaan simpan pinjam dan Rp5 triliun untuk pembiayaan sektor riil.
Selain memperluas pembiayaan, LPDB juga terus memperkuat pendampingan bagi koperasi, khususnya di sektor pertanian. Salah satu fokusnya adalah koperasi petani tebu yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian industri gula nasional melalui penguatan kelembagaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas pengurus.
Komitmen tersebut diperkuat melalui sosialisasi dan bimbingan teknis dana bergulir yang dirangkaikan dengan Rembuk Petani Tebu Rakyat di Semarang. Pemerintah berharap sinergi pembiayaan, pendampingan, dan penguatan tata kelola mampu menciptakan koperasi petani tebu yang lebih profesional, produktif, serta memiliki kepastian pasar melalui kerja sama dengan PT PG Rajawali I dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).








