Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan pangan beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton siap disalurkan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai Agustus 2026. Penyaluran akan dilakukan secara sekaligus (one shoot) dengan alokasi tiga bulan, di mana setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi sebesar 99,7 persen dengan penyaluran 664,88 ribu ton beras kepada 33,14 juta KPM. Sisa penyaluran masih dilakukan di beberapa wilayah, seperti Papua serta sebagian Sumatera dan Sulawesi.
Menurut Ketut, penyaluran tahap kedua akan dimulai setelah anggaran tambahan (ABT) mendapat persetujuan dan masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas. Selanjutnya, Bapanas akan menugaskan Perum Bulog untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.
Bapanas menilai penyaluran hampir 1 juta ton beras secara langsung kepada masyarakat akan membantu mengurangi permintaan di pasar sehingga dapat menjaga stabilitas harga beras dan menekan laju inflasi. Program ini juga akan diperkuat melalui penyaluran beras SPHP dan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna memastikan pasokan pangan tetap terjaga di berbagai daerah.
Sepanjang 2026, total bantuan pangan beras ditargetkan mencapai sekitar 1,66 juta ton atau meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pemerintah berharap program tersebut mampu menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat dan petani.








