Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji kembali kecukupan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15 ribu per penerima sebelum menetapkan kebijakan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan besaran anggaran sesuai dengan kebutuhan program.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden menginstruksikan agar seluruh opsi kebijakan dihitung dan dievaluasi secara menyeluruh. Jika anggaran Rp15 ribu dinilai belum mencukupi, BGN diminta mengkaji kembali besaran dana yang dibutuhkan.
Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi pedoman bagi BGN untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program MBG. Ia juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai besaran anggaran masih dalam tahap penghitungan sehingga belum ada keputusan final.
Terkait isu pengurangan anggaran program MBG setelah masa libur sekolah, Agustina menyatakan belum dapat memastikan informasi tersebut karena seluruh perhitungan masih berlangsung.
Sebelumnya, anggaran bahan baku program MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi untuk peserta didik PAUD hingga kelas 3 SD dan Rp10.000 per porsi bagi siswa kelas 4 SD hingga SLTA. Nilai tersebut belum termasuk biaya operasional sebesar Rp3.000 dan anggaran fasilitas Rp2.000 yang juga menjadi bagian dari total biaya setiap porsi makanan bergizi.








