Prabowo Tinjau Ekosistem Tebu Terintegrasi, Perkuat Hilirisasi dan Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto meninjau pengembangan ekosistem tebu terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, saat menghadiri panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi komoditas pertanian yang bernilai tambah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Lanud Abdulrachman Saleh menjadi contoh pengembangan tebu yang tidak hanya menghasilkan gula, tetapi juga diolah menjadi bioetanol, pupuk organik, serta berbagai produk industri lainnya. Pengolahan bioetanol dilakukan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Pertamina NRE menggunakan tebu dari lahan binaan TNI Angkatan Udara.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meninjau hasil pengelolaan lahan pangan yang didampingi tiga matra TNI, meliputi padi oleh TNI Angkatan Darat, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, dan tebu oleh TNI Angkatan Udara. Pemerintah mencatat pendampingan TNI telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional, termasuk potensi produksi gula sekitar 1,36 juta ton atau 45,05 persen dari target nasional 2026.

Pemerintah menilai kolaborasi antara TNI, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, mendukung ketahanan energi, serta mewujudkan swasembada pangan nasional.

  • Related Posts

    Wamen ESDM paparkan realisasi anggaran dan posisi keuangan Kementerian ESDM 2025

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi belanja tahun anggaran 2025 mencapai Rp13,19 triliun atau 91,34 persen dari pagu anggaran. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan capaian tersebut…

    Presiden minta BGN kaji kecukupan anggaran MBG Rp15 ribu per siswa

    Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji kembali kecukupan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15 ribu per penerima sebelum menetapkan kebijakan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk…