Uang Beredar Indonesia Capai Rp10.432,8 Triliun, BI Sebut Kredit Terus Menguat

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026, atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 10,8 persen pada Mei 2026, kinerja M2 tetap menunjukkan kondisi likuiditas yang positif.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan pertumbuhan M2 didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8 persen dan uang kuasi sebesar 6,9 persen. Selain itu, penyaluran kredit yang tumbuh 12,1 persen serta kenaikan tagihan bersih kepada pemerintah pusat sebesar 10,1 persen turut menopang pertumbuhan uang beredar.

Di sisi lain, BI juga mencatat uang primer (M0) adjusted tumbuh 13,8 persen menjadi Rp2.228 triliun pada Juni 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan uang kartal yang beredar serta giro bank umum di Bank Indonesia, setelah memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas.

  • Related Posts

    Bank Jago Raup Laba Rp189 Miliar, Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit

    PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp189 miliar hingga akhir Juni 2026, meningkat 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp127…

    PIHPS: Harga Cabai Rawit Tembus Rp95.000 per Kg, Telur Ayam Rp35.000

    Jakarta – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional mencapai Rp95.000 per kilogram pada Kamis…