Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tetap tenang dan tidak panik menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut disampaikan karena adanya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tsunami akibat aktivitas gunung yang meningkat.
BNPB menyebut hasil evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti arahan keselamatan karena aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi menerus terpantau sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9) pagi. Aktivitas tersebut disertai lontaran lava fountain dan satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm serta durasi mencapai 21.600 detik. Lontaran material vulkanik bahkan merusak perangkat kamera pemantauan atau CCTV hingga berhenti beroperasi.
BNPB bersama PVMBG merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pemerintah daerah dan BPBD juga diminta memperkuat patroli untuk mensterilkan zona bahaya serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di kawasan pesisir.
BNPB turut mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau demi menjaga keselamatan.





