Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memperingatkan harga beras di Indonesia bisa menembus Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram jika ketergantungan terhadap pangan impor terus berlanjut. Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong masyarakat beralih mengonsumsi produk berbahan gandum yang harganya lebih murah.
Zulhas mengatakan tingginya harga beras berkaitan dengan biaya produksi dalam negeri yang masih mahal. Menurutnya, biaya untuk menghasilkan 1 kilogram beras di Indonesia mencapai sekitar Rp12 ribu, sedangkan Thailand dan Vietnam hanya sekitar Rp3.800. Perbedaan tersebut dipengaruhi teknologi, penggunaan varietas baru, serta pengelolaan sawah yang membuat produktivitas negara lain lebih tinggi.
Ia juga menyoroti peningkatan konsumsi gandum Indonesia yang kini mencapai sekitar 13 juta ton, dari sebelumnya sekitar 3-4 juta ton pada 2004. Menurut Zulhas, kenaikan tersebut salah satunya terjadi karena harga beras yang relatif mahal membuat masyarakat beralih ke makanan berbahan gandum seperti roti.
Zulhas menegaskan pemerintah menjalankan program swasembada pangan secara bertahap, dimulai dari beras dan jagung, kemudian dilanjutkan ke gula, garam, ikan, dan daging. Pemerintah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk menekan biaya produksi melalui mekanisasi, peningkatan produktivitas, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor.






