Jakarta – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp28,8 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 29 September 2026. Berdasarkan rilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk mencapai Rp42,87 triliun.
Dari seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN), pemerintah menyerap Rp2,05 triliun dari SPN01261031 dengan yield rata-rata tertimbang 6,45 persen dan Rp4,05 triliun dari SPN03261230 dengan yield 6,45 persen. Sementara SPN12270930 dimenangkan sebesar Rp4,4 triliun dengan yield 6,65 persen.
Pada kelompok Fixed Rate (FR), FR0110 menjadi seri dengan dana terserap terbesar, yakni Rp9,55 triliun dari penawaran Rp12,95 triliun, dengan yield 7,08979 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2032.
Selanjutnya, FR0111 diserap Rp4,6 triliun dengan yield 7,24958 persen, FR0112 sebesar Rp1,55 triliun dengan yield 7,26967 persen, FR0107 sebesar Rp950 miliar dengan yield 7,288 persen, FR0102 sebesar Rp1,1 triliun dengan yield 7,29949 persen, serta FR0105 sebesar Rp550 miliar dengan yield 7,29574 persen.
Lelang tersebut menjadi bagian dari pembiayaan pemerintah melalui penerbitan SUN, dengan tenor surat utang yang jatuh tempo mulai 2026 hingga 2064.







