TNI Batalyon Teritorial Pembangunan: Peran, Struktur, dan Kritik TB Hasanuddin

Kementerian Pertahanan bersama Mabes TNI terus mendorong pembentukan batalyon teritorial pembangunan TNI. Program ini bertujuan membantu pemerintah daerah dalam sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga kesehatan masyarakat. TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI, menyatakan langkah ini patut dihargai selama tetap sesuai koridor hukum, khususnya Pasal 7 ayat 2 UU TNI tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Namun, TB Hasanuddin menegaskan seluruh satuan TNI harus tetap berada dalam struktur organisasi pertahanan yang baku. “Brigade dan batalyon harus tetap brigade dan batalyon tempur, bukan diubah menjadi batalyon pembangunan dengan kompi pertanian, peternakan, atau perikanan,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan pembentukan 500 batalyon teritorial pembangunan dalam lima tahun ke depan, dengan 100 batalyon dibentuk setiap tahunnya. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan batalyon ini juga akan mendukung program hilirisasi dan swasembada nasional, termasuk menghadapi ancaman biosecurity melalui kompi kesehatan.

Dengan struktur yang jelas, keberadaan batalyon ini diharapkan efektif mendukung pembangunan daerah tanpa mengubah fungsi utama TNI sebagai alat pertahanan negara.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Hadiri Jamuan KTT ASEAN, Perkuat Solidaritas Kawasan

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam dalam rangkaian KTT ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu, Filipina, Jumat malam (8/5). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat solidaritas dan kerja…

    Wapres Gibran Minta Nelayan Maksimalkan Fasilitas untuk Dongkrak Produksi

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta nelayan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Margasari, Lampung Timur, guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Peninjauan dilakukan untuk memastikan…