Kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluas hingga 89 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat, sehingga bantuan air terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 6,6 juta liter air bersih hingga 9 Oktober 2026. Jumlah bantuan yang diberikan ke setiap desa berkisar 5.000 hingga 15.000 liter, bergantung pada kebutuhan dan jumlah penduduk.
Menurut Abdul, pasokan tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan warga selama empat hingga lima hari. Namun, distribusi bantuan tetap diperlukan karena kekeringan di Banyumas telah memasuki puncaknya.
BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyaluran air bersih menjangkau masyarakat terdampak. Hingga saat ini, proses distribusi dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti.
Bantuan air bersih diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kekeringan. Penanganan juga terus dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar kebutuhan masyarakat di puluhan desa terdampak tetap terpenuhi.





