UMKM Kakao Bali Siap Ekspansi Global dengan Dukungan CEPA dan Fasilitas Inaexport

Ekspor kakao Indonesia menunjukkan tren positif, dengan kenaikan signifikan pada periode Januari-September 2025 mencapai 2,8 miliar dolar AS, melonjak 68,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menyikapi hal ini, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengarahkan eksportir kakao di Bali untuk memanfaatkan kerja sama pemerintah dalam memperluas pasar internasional.

Saat kunjungannya ke pabrik Cau Chocolates di Tabanan, Bali, Wamendag Dyah menekankan pentingnya memanfaatkan perjanjian dagang seperti Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-Canada CEPA, dan yang akan datang Indonesia-Uni Eropa CEPA. Pasar Eropa disebut memiliki permintaan tinggi untuk produk ramah lingkungan, organik, dan sehat.

Dyah Roro juga mendorong pelaku usaha untuk menggunakan Inaexport guna memperluas jaringan mitra bisnis dan ikut serta dalam business matching internasional. Ia menekankan hilirisasi produk kakao, termasuk oleh UMKM, sebagai strategi meningkatkan daya saing produk olahan kakao di pasar global.

CEO Cau Chocolates, Kadek Surya, menegaskan strategi perdagangan adil diterapkan dengan membeli biji kakao dari petani organik dengan harga lebih tinggi. Model ini memastikan kesejahteraan petani, menjaga kualitas produk, dan menyiapkan produk untuk ekspor, khususnya ke Eropa.

Dengan dukungan pemerintah dan strategi hilirisasi yang tepat, ekspor kakao Indonesia diprediksi terus tumbuh, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan BSI, BSI OTO Tumbuh Positif di 2026

    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan melalui layanan BSI OTO. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan kendaraan syariah tersebut mencapai sekitar Rp6,7 triliun atau…

    Harga Perak Antam Melemah Rp900, Pasar Global Masih Dibayangi Kebijakan The Fed

    Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp900 menjadi Rp43.050 dari sebelumnya Rp43.950. Penurunan harga perak…