Pemerintah Kota Jambi memberikan bantuan kuota internet gratis kepada 2.500 siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap. Bantuan ini ditujukan agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak semua keluarga memiliki akses internet yang memadai.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zul Avni, menjelaskan bahwa keterbatasan perangkat komunikasi dan fasilitas internet menjadi salah satu kendala selama pembelajaran berlangsung dari rumah.
Untuk mendukung kegiatan belajar, sekolah memanfaatkan berbagai teknologi digital, seperti papan interaktif, aplikasi Zoom, dan Google Form. Guru tetap menyampaikan materi sesuai jadwal, memfasilitasi diskusi, serta memberikan tugas melalui platform pembelajaran daring.
Dinas Pendidikan juga meminta sekolah melaporkan aktivitas pembelajaran setiap hari melalui dokumentasi kegiatan dan laporan dari guru. Sebagian besar tenaga pendidik tetap mengajar dari sekolah karena tersedia fasilitas internet, sedangkan guru yang rentan terhadap dampak kabut asap dapat mengajar dari rumah setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah.
Pembelajaran jarak jauh di Kota Jambi telah berlangsung sejak 26 Agustus 2026 dan pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara serta pertimbangan keselamatan siswa. Kebijakan ini menjadi tantangan bagi orang tua yang harus mendampingi anak belajar sekaligus menjalankan pekerjaan.
Dinas Pendidikan Kota Jambi terus mengevaluasi pelaksanaan PJJ dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa. Pemerintah berharap kondisi kabut asap segera membaik agar kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan.





