Pemerintah berencana memasukkan pembekalan kewirausahaan ke dalam kurikulum Madrasah Aliyah dan pesantren. Langkah ini ditujukan untuk membekali lulusan pendidikan keagamaan agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap memasuki dunia kerja atau membangun usaha sendiri.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengatakan penguatan keterampilan kerja dan kewirausahaan perlu menjadi bagian penting dalam pendidikan tingkat menengah. Selama ini, keterampilan berbasis kompetensi di madrasah dan pesantren dinilai masih cenderung menjadi materi tambahan.
Menurut Cak Imin, lulusan madrasah dan pesantren perlu dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku usaha secara mandiri.
Pemerintah turut mendorong pengembangan ekonomi pesantren melalui kerja sama lintas kementerian dan dukungan sektor swasta, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Cak Imin mencontohkan Pesantren Al-Ittifaq di Bandung yang mengembangkan usaha agribisnis hingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Model tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam mengembangkan kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha.







