Bantul – PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta memperkuat peran mitra strategis dalam menyebarluaskan budaya keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan survei titik rawan kecelakaan bersama unsur 5 Pilar Keselamatan Lalu Lintas. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan mendorong langkah pencegahan untuk menekan angka kecelakaan berulang.
Survei dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi jalan dan persimpangan, pengecekan kelengkapan rambu dan marka, penerangan jalan, serta pengaturan arus lalu lintas. Kegiatan ini diikuti oleh Imam Cahyono selaku Kepala KPJR Tingkat I Bantul, Gunawan dari BPTD DIY, AKBP Widya B. Mustikaningrum selaku Kasubdit Kamsel Polda DIY, serta Singgih Riyadi selaku Kepala Dinas Perhubungan Bantul. Hasil peninjauan menjadi bahan koordinasi untuk menyusun rekomendasi penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Imam Cahyono menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman. “Survei ini membantu kami mengenali potensi bahaya secara langsung, sehingga langkah pencegahan dapat direncanakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Kolaborasi dengan para mitra juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya menekan kecelakaan berulang perlu didukung oleh perbaikan infrastruktur, pengawasan, penegakan hukum, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat. “Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antarpihak perlu terus dijaga agar pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat dan rekomendasi hasil survei bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta bersama unsur 5 Pilar Keselamatan Lalu Lintas berupaya memperkuat peran mitra strategis dalam membangun budaya berkendara yang aman dan tertib. “Kami berharap koordinasi yang terjalin dapat mendorong penanganan titik rawan kecelakaan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” tutup Imam Cahyono.






