Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban banjir dan longsor Sumatera 2025 terus meningkat menjadi 442 orang meninggal, sementara 402 lainnya masih dinyatakan hilang. Kepala BNPB, Suharyanto, menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Utara kini mencapai 217 jiwa setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya hilang.
Korban tersebar di berbagai kabupaten/kota, antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias. Sementara itu, di Aceh, korban meninggal tercatat 96 jiwa dan 75 orang masih hilang. Sumatera Barat melaporkan 129 korban meninggal, 118 hilang, dan 16 luka-luka.
BNPB mencatat jumlah pengungsi yang terus bertambah, termasuk 62.000 kepala keluarga di Aceh dan 77.918 jiwa di Sumatera Barat. Pengungsian juga terjadi di Sumatera Utara, dengan ribuan warga tersebar di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, dan Mandailing Natal.
Seluruh unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta relawan, terus dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban, membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana.
Dikutip dari liputan6






