Risiko dan Manfaat Diet Rendah Karbohidrat: Turun Berat Badan tapi LDL Ikut Naik

Penelitian global berskala besar kembali mengungkap fakta penting terkait diet rendah karbohidrat. Analisis terhadap lebih dari 170 uji coba acak melibatkan 11.000 peserta menunjukkan bahwa pola makan rendah karbohidrat memang efektif menurunkan berat badan, mengurangi BMI, mengecilkan lingkar pinggang, dan menurunkan lemak perut—jenis lemak yang paling berbahaya bagi kesehatan jantung.

Namun, temuan yang tak kalah penting adalah peningkatan kadar kolesterol LDL sebesar 4–5 mg/dL pada sebagian besar peserta. Kenaikan LDL ini terjadi terutama bila sumber lemak yang dikonsumsi berasal dari lemak jenuh seperti mentega, daging berlemak, dan keju.

Meski demikian, pengurangan karbohidrat olahan tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan metabolik. Menggantinya dengan protein berkualitas dan lemak sehat dapat meningkatkan HDL, menurunkan trigliserida, serta memperbaiki tekanan darah dan fungsi pembuluh darah.

Para ahli menegaskan bahwa diet rendah karbohidrat akan lebih aman bila tidak menggantikan karbohidrat sehat—sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian—dengan lemak jenuh berlebih. Pendekatan seimbang menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dikutip dari timesindonesia.co.id

  • Related Posts

    Tips Membangun Personal Branding di Era Digital untuk Pemula

    Membangun personal branding menjadi hal penting di era digital. Strategi ini dibahas oleh Theo Derick melalui tayangan edukasi di kanal YouTube miliknya. Dalam video berjudul Cara Mulai Personal Branding I…

    Cara Aman Menikmati Takjil Manis Saat Berbuka Puasa

    Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan energi yang cepat diserap untuk mengembalikan stamina. Makanan atau minuman manis dapat membantu meningkatkan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa…