Aceh Utara mengalami bencana banjir dan longsor yang parah, menimpa 27 kecamatan dan 852 desa. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, meminta pemerintah provinsi Aceh dan pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban terdampak, agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Data sementara dari Posko Banjir Aceh Utara mencatat 124.544 KK atau 428.271 jiwa terdampak, dengan 18.858 KK atau 71.637 jiwa mengungsi. Bencana ini juga menelan 166 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan luas pada permukiman.
Rincian kerusakan rumah mencakup 117.291 rumah terendam, 1.219 hilang, 16.793 rusak berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rusak ringan. Sektor pertanian terdampak meliputi 18.858 hektare sawah dan 71.637 tambak. Infrastruktur publik pun rusak parah, termasuk 432 ruas jalan, 60 jembatan, 78 titik tanggul sungai, 21 unit irigasi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, bencana banjir Aceh Utara juga merusak 232 pesantren, 64 masjid, 1.791 IKM, 14.648 UMKM, dan 14 kios/pasar. Pemerintah daerah mengimbau percepatan penyaluran bantuan dan pembangunan huntara untuk korban bencana, demi meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Dikutip dari antaranews.com






