PT Bank Tabungan Negara (BTN) memperkuat struktur permodalan dengan menerima Pinjaman Pemegang Saham (shareholder loan/SHL) sebesar Rp2 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM). Fasilitas ini dikategorikan sebagai Additional Tier 1 (AT1) sesuai ketentuan OJK, bersifat perpetual, subordinasi, dan non-dilutif, sehingga langsung memperkuat Tier 1 Capital tanpa menekan likuiditas atau kewajiban jangka pendek.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan langkah ini penting untuk mendukung ekspansi pembiayaan, khususnya di sektor perumahan yang menjadi fokus utama BTN. Hingga kuartal III 2025, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp381,03 triliun, dengan porsi terbesar Rp322,53 triliun berasal dari sektor perumahan.
Nixon menekankan bahwa tambahan modal inti melalui shareholder loan memberikan fleksibilitas bagi BTN untuk mengelola pertumbuhan kredit secara prudent, memperkuat ketahanan permodalan jangka panjang, serta mendukung program perumahan nasional. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang sesuai regulasi POJK dan telah melalui penilaian independen, mencerminkan keselarasan kepentingan jangka panjang antara BTN dan pemegang saham.
Dikutip dari antaranews.com








