Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Spanyol setelah menelan kekalahan 0-4 pada ajang Amputee Football International Challenge Cup (ICC) 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, Minggu (18/1).
Pelatih kepala Timnas Amputasi Indonesia, Syahrul Ase, menilai Spanyol unggul dalam aspek taktik dan strategi. Ia menyebut hasil pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam peningkatan stamina serta pengambilan keputusan pemain di lapangan.
Syahrul menambahkan, keikutsertaan Indonesia selama tiga hari turnamen memberikan banyak pengalaman berharga dalam menghadapi tim-tim kuat internasional. Hal senada disampaikan pemain belakang Aziz Firmansyah yang mengaku memperoleh banyak pelajaran meski hasil belum sesuai harapan. Ia bertekad meningkatkan performa agar Timnas Amputasi Indonesia dapat tampil lebih baik ke depan.
Perjuangan tim juga mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Dukungan warga negara Indonesia di Jepang disebut menjadi penyemangat bagi para pemain yang berlaga di Komazawa Olympic Park General Sports Ground.
Pada ICC 2026 yang diikuti Indonesia, Jepang, Polandia, dan Spanyol tersebut, Timnas Amputasi Indonesia mencatatkan hasil kekalahan dari seluruh laga uji coba sebagai bagian dari proses pembelajaran menuju kompetisi internasional berikutnya.
Dikutip dri RRI.co.id








