Golkar Tegaskan Sistem Kepartaian Harus Selaras dengan Presidensialisme

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan pembangunan sistem politik Indonesia harus konsisten dan selaras dengan sistem pemerintahan presidensial sebagaimana diamanatkan UUD NRI 1945. Menurutnya, sistem kepartaian tidak dapat dipisahkan dari desain presidensialisme yang membutuhkan stabilitas dan efektivitas pemerintahan.

Sarmuji menyatakan bahwa sistem multipartai sederhana merupakan bentuk sistem kepartaian yang paling sesuai dengan presidensialisme. Tanpa penyederhanaan partai politik, pemerintahan berpotensi terus menghadapi fragmentasi politik yang menghambat pengambilan keputusan strategis dan melemahkan kinerja pemerintah.

Dalam konteks itu, ia menilai parliamentary threshold sebagai instrumen konstitusional dan demokratis untuk mendorong penyederhanaan sistem kepartaian secara alamiah. Penolakan terhadap ambang batas parlemen, menurutnya, berisiko melahirkan sistem multipartai ekstrem yang tidak sejalan dengan karakter presidensial dan dapat mengganggu efektivitas tata kelola pemerintahan nasional.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Tak Ada Konflik, Ade Armando Pilih Keluar dari PSI

    Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil bukan karena konflik internal,…

    PKB: Ambang Batas Parlemen Harus Lindungi Suara Rakyat

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan belum menetapkan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk Pemilu Legislatif 2029, namun menekankan pentingnya perhitungan yang rasional agar tidak menghilangkan suara sah pemilih. Sekretaris…