Pemerintah memproyeksikan total ketersediaan beras nasional sepanjang 2026 mencapai sekitar 47,1 juta ton, mencerminkan pasokan yang kuat dan posisi surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Angka tersebut berasal dari stok awal 12,4 juta ton ditambah target produksi nasional 34,7 juta ton, sementara konsumsi diperkirakan 31,1 juta ton, sehingga stok akhir tahun diproyeksikan masih tersisa sekitar 16 juta ton.
Rachmi Widiriani, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, memastikan ketersediaan pangan tetap aman sepanjang tahun, termasuk komoditas lain seperti telur dan daging ayam. Impor dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu stabilitas harga di dalam negeri.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan sektor pangan menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi krisis global. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menambahkan stok beras saat ini cukup untuk sekitar 324 hari atau 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan nasional.
Dikutip dari RRI.co.id







