Pertanian Jadi Andalan Ekonomi Karbon, Target Emisi Turun 10 Juta Ton CO2e pada 2030

Sudaryono menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), baik sebagai penghasil maupun penyerap emisi karbon. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta pada 14 April 2026.

Menurutnya, potensi besar sektor pertanian didukung luas lahan dan jumlah petani, sehingga mampu berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui penerapan teknologi rendah emisi. Implementasi NEK juga dinilai dapat menarik investasi hijau, termasuk melalui perdagangan karbon internasional.

Pemerintah menargetkan penurunan emisi sektor pertanian mencapai 10 juta ton CO2 ekuivalen pada 2030 sebagai bagian dari komitmen nasional menuju target penurunan emisi 30,11 persen pada 2029. Kebijakan ini diperkuat melalui Perpres Nomor 110 Tahun 2025 yang mencakup berbagai subsektor, seperti persawahan, peternakan, dan perkebunan.

Sejak 2019, berbagai program telah dijalankan untuk menekan emisi, mulai dari pengembangan biogas, pupuk organik, desa organik, hingga penggunaan varietas padi rendah emisi dan perbaikan pakan ternak. Upaya tersebut tercatat mampu menurunkan emisi hingga 71,13 juta ton CO2 ekuivalen sepanjang 2019–2024.

Meski memiliki potensi besar, implementasi ekonomi karbon di sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan data, fragmentasi lahan, serta kepastian regulasi dan harga karbon. Pemerintah pun terus mendorong penguatan kebijakan agar implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Pemerintah Fokus Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah, Belum Ada Rencana Ganti Pejabat

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah saat ini fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan penuh kepada…

    Penyidikan Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Direktur Perusahaan

    Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mendalami dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025-2026. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak…