Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Tangerang Selatan memicu banjir di sedikitnya 12 titik pada Senin (4/5). Data dari BPBD Kota Tangerang Selatan mencatat ratusan kepala keluarga terdampak akibat luapan air yang merendam permukiman warga di berbagai wilayah.
Salah satu titik terparah berada di kawasan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, di mana banjir di Perumahan Jurangmangu Permai mencapai ketinggian 40 hingga 100 sentimeter dan berdampak pada sekitar 90 kepala keluarga. Luapan Kali Ciputat juga menyebabkan genangan hingga 70 sentimeter yang memengaruhi sekitar 180 kepala keluarga dan menghambat aktivitas warga.
Banjir juga melanda sejumlah wilayah lain seperti Taman Mangu Indah, Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur, hingga Pakujaya di Serpong Utara dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 100 sentimeter. Bahkan, di beberapa titik seperti Jalan Flamboyan Adiraga, ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter. Di Perum Pondok Hijau, genangan berdampak paling luas dengan sekitar 400 kepala keluarga terdampak.
Kondisi ini dipicu oleh hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir serta meluapnya aliran Kali Ciputat. BMKG sebelumnya juga telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Banten, termasuk Tangerang Raya, pada periode 3 hingga 5 Mei 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang. Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Dikutip dari RRI.co.id






