Perkembangan terbaru pascakecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur menunjukkan kondisi korban mulai membaik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 84 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga Senin (4/5).
Pihak KAI memastikan terus memantau kondisi seluruh korban, baik yang masih dirawat maupun yang telah kembali ke rumah. Pendampingan tetap diberikan untuk memastikan kebutuhan medis dan pemulihan korban dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, KAI juga membuka layanan klaim biaya pengobatan mandiri bagi korban. Proses klaim dilakukan setelah dokumen dinyatakan lengkap dan akan dikoordinasikan dengan pihak asuransi dengan estimasi waktu maksimal 21 hari kerja.
Untuk mendukung pemulihan psikologis, KAI turut menyediakan layanan trauma healing bagi korban dan keluarga. Layanan ini dapat diakses melalui Posko Informasi Bekasi Timur maupun call center yang telah disediakan, mencakup pendampingan melalui telemedicine hingga konsultasi langsung.
Di sisi lain, penanganan barang milik penumpang yang tercecer juga masih berlangsung. Dari total 115 barang yang ditemukan di lokasi kejadian, sebanyak 61 telah berhasil dikembalikan kepada pemilik, sementara sisanya masih menunggu proses pengambilan. KAI memastikan setiap barang melalui proses verifikasi agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak.
Dikutip dari liputan6.com






