Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Menurutnya, teknologi CNG sebenarnya telah digunakan di berbagai sektor, namun masih terbatas pada tabung berkapasitas besar.
Pemerintah kini fokus mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram yang masih dalam tahap uji coba. Tantangan utama terletak pada aspek teknis, mengingat tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibanding LPG. Meski demikian, hasil uji coba diharapkan dapat diperoleh dalam dua hingga tiga bulan ke depan sebagai dasar implementasi lebih lanjut.
Bahlil menambahkan, CNG memiliki keunggulan karena bersumber dari gas alam domestik yang melimpah, termasuk temuan cadangan baru di Kalimantan Timur. Dari sisi ekonomi, harga CNG diperkirakan sekitar 30 persen lebih murah dibanding LPG karena tidak bergantung pada impor dan biaya distribusinya lebih efisien.
Pemerintah juga masih mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG di sektor rumah tangga. Jika dinilai layak, konversi dari LPG ke CNG akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Dikutip dari antaranews.com








