Jakarta — Penyaluran Biosolar B50 subsidi terus diperluas oleh PT Pertamina Patra Niaga. Hingga 5 September 2026, sebanyak 6.050 dari total 6.412 SPBU penyalur Biosolar atau sekitar 94 persen telah melayani B50.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan respons masyarakat terhadap B50 sejauh ini berjalan positif. Perseroan juga menyebut belum menerima keluhan signifikan terkait kualitas maupun kuantitas Biosolar B50, khususnya dari pengguna sektor ritel.
Biosolar B50 dijual dengan harga subsidi Rp6.800 per liter. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan produk diesel nonsubsidi, seperti Pertamina Dex Rp23.700 per liter dan Dexlite Rp25.200 per liter. Selisih harga ini turut mendorong peningkatan permintaan terhadap Biosolar subsidi.
Sementara itu, sekitar 362 SPBU masih menyalurkan Biosolar B40. Sebagian besar berada di wilayah terpencil yang menghadapi tantangan geografis dan distribusi. Pertamina menyatakan terus memperluas penyaluran B50, terutama di wilayah Papua dan Maluku, sekaligus memastikan ketersediaan stok di SPBU tetap terjaga.







