BPS Pastikan Pelaku Usaha Perempuan Tak Terlewat dalam Sensus Ekonomi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memastikan lebih banyak UMKM perempuan terdata dalam Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pelaku usaha perempuan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan keluarga. Karena itu, partisipasi UMKM perempuan, termasuk nasabah PNM Mekaar, dinilai penting agar kebutuhan, tantangan, dan potensi usaha mereka dapat tergambar secara lebih utuh.

Menurut BPS, data yang lengkap dan akurat akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif, mulai dari perluasan akses pembiayaan, penyediaan informasi pasar, hingga pelatihan yang sesuai kebutuhan pelaku usaha. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan yang kontribusinya terus meningkat dalam berbagai sektor usaha di Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026, PNM telah menyelesaikan pengisian kuesioner sensus di seluruh unit organisasinya dengan tingkat respons mencapai 100 persen. Kolaborasi BPS, Kementerian PPPA, dan PNM diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih komprehensif untuk mendukung kebijakan ekonomi yang inklusif dan responsif gender.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Pelni Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pengangkutan 335 Ribu Ton Batu Bara

    PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat pengangkutan batu bara sebesar 335.415 metrik ton sepanjang Semester I 2026 untuk mendukung pasokan energi nasional. Batu bara tersebut didistribusikan ke sejumlah pembangkit listrik…

    Malaysia Dominasi Penumpang WNA Whoosh, Tembus 74 Ribu Orang pada 2026

    Bandung – Kereta Cepat Whoosh melayani 184.740 penumpang warga negara asing (WNA) sepanjang semester I 2026. Sejak mulai beroperasi, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut telah…