BSI Hadirkan 71 Lapak di Pasar Rakyat, Perluas Akses Layanan Keuangan Syariah

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menghadirkan 71 Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI di berbagai pasar rakyat untuk mendekatkan akses layanan perbankan syariah kepada masyarakat. Layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Makassar.

Melalui Lapak BSI, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor cabang untuk mendapatkan layanan perbankan syariah karena fasilitas tersebut hadir di tengah aktivitas ekonomi sehari-hari, khususnya di pusat perdagangan dan pasar tradisional.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, perluasan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan syariah dengan menghadirkan akses yang lebih dekat bagi masyarakat, terutama pedagang pasar, pelaku UMKM, dan pelaku usaha kecil.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas seperti pembukaan rekening, transaksi digital melalui QRIS BSI, pembiayaan KUR Syariah, layanan Bank Emas melalui BYOND by BSI, cicil emas, gadai emas, hingga konsultasi usaha.

BSI juga terus mendorong digitalisasi transaksi di pasar tradisional. Hingga Juni 2026, jumlah merchant BSI QRIS telah mencapai 585 ribu merchant di seluruh Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi nontunai yang cepat dan aman.

Perseroan menyatakan akan terus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, serta komunitas UMKM untuk memperluas jangkauan layanan keuangan syariah. Kehadiran Lapak BSI diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan finansial yang mudah, modern, dan sesuai prinsip syariah.

  • Related Posts

    BI Catat Penggunaan QRIS Makin Meluas, 66 Juta Pengguna dan 44,86 Juta Merchant Terhubung

    Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang semester I 2026. Volume transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar transaksi atau meningkat…

    Pengadaan Pangan Bulog Dorong Efek Ekonomi Rp48,54 Triliun dan Perkuat Ketahanan Pangan

    Perum Bulog mencatat dampak berantai (multiplier effect) dari kegiatan pengadaan dan pengelolaan pangan mencapai Rp48,54 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang sebesar Rp34,99…