JAKARTA — Perum Bulog mencatat laba sebesar Rp2,6 triliun hingga 26 September 2026. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa capaian tersebut telah melalui peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menurut Rizal, salah satu faktor yang mendorong kinerja keuangan perusahaan adalah tingginya penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan pemerintah.
Penyaluran bantuan pangan tersebut menjangkau sekitar 33,2 juta penerima manfaat setiap bulan. Program ini menjadi bagian dari kebijakan stimulus pemerintah pada 2026 dan turut membantu masyarakat menjaga daya beli serta mendukung stabilitas harga beras.
Pemerintah juga memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Bantuan akan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram per keluarga penerima manfaat, dengan sasaran 33.244.408 keluarga dari kelompok desil 1 hingga 4.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,5 triliun sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal IV-2026.
Rizal mengatakan Bulog siap menyalurkan bantuan beras tersebut dan kini menunggu surat perintah penyaluran. Menurutnya, beras telah dikemas dan siap didistribusikan, dengan total persediaan untuk program tersebut mencapai 996 ribu ton.








