Defisit APBN Oktober 2025 Capai Rp479,7 Triliun, Masih Aman di Level 2,02% PDB

Defisit APBN Oktober 2025 tercatat mencapai Rp479,7 triliun, atau setara 2,02% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan defisit September yang berada pada level Rp371,5 triliun atau 1,56% PDB. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi defisit masih aman dan terkendali, jauh di bawah outlook defisit tahun 2025 yang diperkirakan mencapai Rp662 triliun atau 2,78% PDB.

Peningkatan defisit terutama dipicu oleh akselerasi belanja negara yang telah mencapai Rp2.593 triliun atau 73,5% dari target. Sementara itu, pendapatan negara per Oktober 2025 mencapai Rp2.113,3 triliun (73,7% dari outlook), ditopang penerimaan perpajakan sebesar Rp1.708,3 triliun serta PNBP mencapai Rp402,4 triliun.

Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.879,6 triliun serta Transfer ke Daerah Rp713,4 triliun, yang difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung infrastruktur, dan mendorong reformasi struktural. Pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas APBN sebagai instrumen utama stabilisasi ekonomi dan penguatan perlindungan sosial terhadap dinamika global.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan BSI, BSI OTO Tumbuh Positif di 2026

    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan melalui layanan BSI OTO. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan kendaraan syariah tersebut mencapai sekitar Rp6,7 triliun atau…

    Harga Perak Antam Melemah Rp900, Pasar Global Masih Dibayangi Kebijakan The Fed

    Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp900 menjadi Rp43.050 dari sebelumnya Rp43.950. Penurunan harga perak…