Harga perak di pasar futures mengalami pembalikan arah tajam pada perdagangan Senin, setelah sebelumnya mencetak rekor dengan menembus USD 80 per ons. Dikutip dari CNBC, Selasa (30/12/2025), harga perak ditutup turun 8,7 persen ke level USD 70,46 per ons, menjadi penurunan harian terdalam sejak Februari 2021.
Secara intraday, tekanan jual bahkan sempat mendorong harga perak merosot hingga 15 persen dari level tertinggi harian, mencatat fluktuasi terbesar sejak Agustus 2020. Koreksi ini dipicu aksi ambil untung serta strategi tax-loss harvesting menjelang akhir tahun, meski secara tahunan harga perak masih melonjak lebih dari 140 persen dan tetap berada dalam tren kenaikan jangka panjang, ditopang permintaan industri serta minat investasi global.
Dikutip dari liputan6.com








