Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi melanjutkan penguatan, seiring tren positif bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG dibuka menguat 9,20 poin atau 0,11 persen ke level 8.611,33, sementara indeks LQ45 naik 0,22 poin atau 0,03 persen ke posisi 864,99.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG berpotensi menguji resistance di level 8.650. Dorongan utama berasal dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025, didukung data penjualan ritel dan ketenagakerjaan AS yang memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.
Dari kawasan Asia, pengumuman anggaran pertahanan tambahan Taiwan senilai 40 miliar dolar AS meningkatkan ketegangan geopolitik, meski pasar regional tetap mencatat penguatan, antara lain indeks Nikkei 1,33%, Shanghai 0,60%, Hang Seng 0,28%, dan Strait Times 0,32%.
Sementara itu, pemulihan konsumsi domestik terlihat dari kenaikan belanja fashion sebesar 8,2 persen menurut Mandiri Spending Index, didorong diskon Natal, mobilitas tinggi, dan promo akhir tahun. Tren positif ini sejalan dengan penguatan bursa Eropa dan Wall Street pada perdagangan sebelumnya, yang turut memberikan sentimen positif bagi IHSG.
Dikutip dari antaranews.com








