Pertamina Catat Laba Rp34,11 Triliun hingga Q3 2025, Pendapatan Tembus 53,38 Miliar Dolar AS

Pendapatan Pertamina 2025 menunjukkan tren positif hingga triwulan ketiga (Q3). Pertamina mencatat pendapatan sebesar 53,38 miliar dolar AS, atau senilai Rp888,26 triliun, di tengah tantangan global seperti penurunan harga minyak mentah dan depresiasi rupiah. Meski demikian, perusahaan tetap mampu membukukan laba 2,05 miliar dolar AS, mencerminkan ketangguhan operasional di seluruh lini bisnis.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari pengelolaan operasional yang efektif serta implementasi strategi efisiensi menyeluruh. Program cost optimization yang dijalankan menghasilkan efisiensi dan tambahan pendapatan sebesar 624 juta dolar AS, memperkuat struktur biaya perusahaan.

Pertamina juga mencatat EBITDA 8,20 miliar dolar AS, memastikan arus kas tetap kuat dan profil permodalan tetap stabil. Kondisi ini membuat rasio kredit Pertamina tetap berada di level investment grade dengan outlook stabil dari Moody’s, S&P, dan Fitch.

Selain itu, Emma menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat tata kelola dan disiplin investasi. Dukungan dari para pemegang saham, termasuk Danantara, memastikan penguatan manajemen modal perusahaan berjalan optimal.

Dalam Earnings Call 3Q25, Pertamina menekankan komitmen transformasi jangka panjang melalui peningkatan Good Corporate Governance, transparansi, integritas, dan disiplin operasional. Semua langkah ini menjadi fondasi penting bagi Pertamina untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di sektor energi global.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Rupiah Menguat, Cadangan Devisa Indonesia Tetap Kokoh di US$146,3 Miliar

    Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Rupiah naik 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.887 per dolar AS dari…

    DJBC Tindak 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal hingga September 2026

    Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat telah menindak 1,2 miliar batang rokok ilegal hingga September 2026. Penindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memberantas peredaran barang…