Jasa Raharja Ikut Tinjau TRL dan Blackspot di Wilayah Bintan bersama Mitra FLLAJ

Bintan – Jasa Raharja menghadiri undangan Kajian Moda Transportasi dan Monitoring Blackspot Troublespot di Wilayah Kabupaten Bintan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Gedung SAR Polres Bintan. Turut hadir dalam undangan tersebut juga mitra Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Bintan, yakni Dinas Perhubungan Bintan, Dinas Kesehatan Bintan, Dinas PUPR, dan PT ASDP Indonesia (Persero) Tanjung Uban.

Turun serta langsung dalam kajian tersebut dari Tim dari Korlantas Polri, Kompol Sumiyati, dan dukungan akademisi dari Universitas Indonesia yang diwakili oleh Yodya Pratiwi. Dijelaskan sedikit oleh Yodya Pratiwi, minimnya kendaraan umum penghubung cenderung membuat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

“Yang kami pahami, dengan minimnya kendaraan umum penghubung cenderung membuat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, dan disitu risiko kecelakaan juga menjadi cukup tinggi. Selain itu juga faktor jalan yang ditempuh cukup jauh dan sepi bisa menjadi penyebab kelelahan bagi pengemudi dan berisiko terjadi kecelakaan,” jelas Yodya Pratiwi

Tim dari Korlantas Polri juga menyoroti beberapa ruas jalan yang perlu dilakukan perbaikan, terutama untuk marka dan rambu di jalan lama. Tim juga memberikan beberapa masukan untuk mitra FLLAJ Bintan.

“Kami usulkan untuk mitra FLLAJ Bintan turun langsung secara rutin ke lapangan untuk melihat kondisi real seperti apa, jadi bisa dipetakan mana saja yang perlu perbaikan dan aksi atau program apa yang perlu dilaksanakan. Sosialisasi juga penting terutama untuk sekolah dan industri yang cukup banyak di Bintan,” jelas Kompol Sumiyati.

Terkait kondisi jalan yang berlubang maupun rusak, Dinas Pekerjaan Umum Bintan menjelaskan bahwa jalan utama Tanjungpinang-Tanjung Uban dan Tanjungpinang-Kijang menjadi perhatian. Hanya saja untuk Jalan Lintas Barat dari Batu 16 sampai dengan Tanjung Uban menjadi kewenangan BPJN Provinsi Kepri.


Kepala Jasa Raharja Cabang Tanjungpinang, M. Nurul Subekti, menyampaikan adanya kenaikan tren penyerahan santunan di wilayah Bintan. Untuk periode Januari s.d. April 2026 terjadi kenaikan aktivitas sebesar 86%.

“Untuk 4 bulan pertama di tahun 2026 memang ada kenaikan cukup tinggi penyerahan santunan kami di wilayah Bintan, dan mayoritas pada usia produktif disusul dengan usia pelajar. Memang kami lihat penyebab terbesar karena faktor human error atau kelalaian dari pengendara itu sendiri,” jelas Nurul Subekti.

Jasa Raharja juga mengusulkan upaya program-program non-fisik untuk penanggulangan kecelakaan seperti sosialisasi ke kawasan industri, sosialisasi ke sekolah, hingga kegiatan razia gabungan ataupun aksi simpatik sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara.

Kajian tersebut ditutup dengan penjelasan dari Kasatlantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, bahwa rapat FLLAJ di wilayah Bintan telah dilaksanakan bulan lalu dan telah dibagi tugas sesuai dengan tupoksi dan tanggung jawab dari masing-masing instansi untuk menekan angka kecelakaan. Nantinya kegiatan sosialisasi dan aksi simpatik akan diupayakan untuk didokumentasikan dengan baik agar dapat menjangkau lebih banyak audiens.

  • Related Posts

    Jasa Raharja NTB Bersama Mitra Terkait Laksanakan Operasi Gabungan di Kota Mataram

    Mataram – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat bersama Tim Pembina Samsat Mataram melaksanakan kegiatan operasi gabungan bersama mitra terkait di kawasan Jalan Raya Bandara Eks Selaparang, Kota…

    Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ, Jasa Raharja NTB Laksanakan Operasi Gabungan

    Mataram – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat bersama Tim Pembina Samsat Praya melaksanakan kegiatan operasi gabungan bersama mitra terkait dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pembayaran…