Cilacap – Komitmen membangun budaya keselamatan berlalu lintas terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Setelah sukses mengawali kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas melalui dua program terintegrasi, yakni Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) bagi para guru dan tenaga pendidik serta Safety Campaign yang ditujukan kepada seluruh siswa di SMA Negeri 3 Cilacap, PT Jasa Raharja Kantor Pelayanan Wangon bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cilacap kembali menggelar kegiatan serupa di SMK Dr. Soetomo Cilacap (13/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kelompok usia pelajar.
Melalui program PPKL, Jasa Raharja mengajak para guru untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada para siswa melalui pembiasaan, pengawasan, serta penyampaian pesan keselamatan dalam proses belajar mengajar.
Sementara itu, kegiatan Safety Campaign memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai pentingnya keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja memaparkan data kecelakaan lalu lintas yang menunjukkan tingginya angka kecelakaan pada kelompok usia remaja. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak sosial, psikologis, dan ekonomi yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu lintas, baik bagi korban maupun keluarga, serta penjelasan mengenai peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Kegiatan safety campaign kemudian diperkuat melalui edukasi oleh personel Satlantas Polresta Cilacap yang disampaikan secara interaktif. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengendarai kendaraan apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), menghindari penggunaan kendaraan yang dimodifikasi atau tidak sesuai standar keselamatan, serta membangun etika berkendara yang saling menghormati hak pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan berlalu lintas tidak dapat dibangun hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai melalui pendidikan dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah. Melalui Program PPKL, kami mengajak para guru untuk menjadi teladan dan berkomitmen menjadi penggerak budaya keselamatan di sekolah. Sementara melalui Safety Campaign, kami ingin membangun kesadaran para siswa terkait berbagai risiko dalam berkendara dan di jalan raya serta pentingnya mematuhi aturan lalu lintas yang merupakan bentuk tanggung jawab dalam melindungi diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” ujar Kepala PT Jasa Raharja Kantor Pelayanan Wangon.
Pihak SMK Dr. Soetomo Cilacap menyambut antusias kolaborasi ini dan berkomitmen untuk mendukung terciptanya budaya keselamatan dilingkungan sekolah melalui penguatan aturan penggunaan kendaraan bermotor bagi para siswa serta menyisipkan materi dan pesan keselamatan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) oleh guru.
Melalui kolaborasi antara Jasa Raharja, Satlantas Polresta Cilacap, dan SMK Dr. Soetomo Cilacap, diharapkan tercipta ekosistem sekolah yang semakin peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen FLLAJ Kabupaten Cilacap dalam mewujudkan budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan, sehingga mampu menekan angka kecelakaan serta melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.





