Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Perpanjangan dilakukan untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada mengatakan kebijakan tersebut menyesuaikan prakiraan cuaca dari BMKG yang memperkirakan kemarau berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD bersama Kodim, Polres, Baznas, dan organisasi masyarakat terus melakukan penyaluran bantuan. Hingga 28 September 2026, sebanyak 387 tangki air bersih telah didistribusikan ke 121 titik yang tersebar di tujuh kapanewon, 23 kalurahan, dan 64 padukuhan.
Bantuan tersebut telah menjangkau 2.537 kepala keluarga atau sekitar 6.552 jiwa. BPBD juga mengusulkan tambahan alokasi sekitar 300 tangki air bersih melalui APBD Perubahan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama masa siaga.
Selain distribusi air, Polres Kulon Progo bersama Brimob Polda DIY turut mendukung penanganan kekeringan dengan mengerahkan armada water treatment yang dapat mengolah air baku menjadi air yang siap dikonsumsi masyarakat di wilayah terdampak.





