Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal sebagai salah satu upaya menekan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi. Langkah tersebut tercantum dalam Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi yang disusun Kemenhub bersama Pemerintah Inggris melalui program United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT).
Sekretaris Jenderal Kemenhub, Arif Toha, berharap dokumen tersebut dapat menjadi referensi bagi seluruh unit kerja dan subsektor transportasi dalam menyusun kebijakan, program kerja, serta aksi mitigasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Pada sektor transportasi darat, strategi pengurangan emisi dilakukan dengan menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong pemanfaatan angkutan umum massal, seperti bus dan Bus Rapid Transit (BRT). Penggunaan kereta api untuk mengangkut penumpang maupun barang juga menjadi bagian dari upaya tersebut, termasuk melalui elektrifikasi perkeretaapian.
Peta jalan dekarbonisasi juga mencakup sektor transportasi laut dan udara. Di sektor laut, langkah yang disiapkan antara lain modernisasi kapal dan peningkatan efisiensi operasional. Sementara itu, sektor udara diarahkan pada modernisasi pesawat serta pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Arif menegaskan, penerapan peta jalan tersebut membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas subsektor. Pemantauan serta evaluasi secara berkelanjutan juga diperlukan agar berbagai langkah mitigasi dapat berjalan sesuai target dan berkontribusi terhadap pencapaian sasaran penurunan emisi nasional.








