Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi percepatan swasembada kedelai nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.
Program tersebut ditandai dengan panen kedelai bersama di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, dan Panglima TNI Agus Subiyanto.
Amran mengatakan kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun, sementara sekitar 95 persen masih dipenuhi dari impor. Pemerintah menilai kedelai sebagai komoditas strategis karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra unggulan kedelai di Jawa Timur dengan produktivitas mencapai 2,2 ton per hektare, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Pemerintah juga menyalurkan bantuan benih varietas Grobogan, alat pertanian, serta memperkuat jaminan pasar melalui kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia.
Selain itu, pemerintah mendorong kebijakan harga pembelian kedelai agar petani memperoleh keuntungan yang layak. Program pengembangan kedelai di Nganjuk diharapkan menjadi model nasional yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id








