Kesempatan Kedua! Program Magang Kemnaker Batch 2 Dibuka Lagi

Jakarta: Kemnaker kembali membuka program pemagangan Nasional batch dua 2025, dengan target lebih dari 80 ribu peserta magang yang berasal dari lulusan baru perguruan tinggi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyebutkan pelaksanaan batch dua ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Proses penyelenggaraan Program Pemagangan Nasional Batch 2 dibuka. Pemerintah menargetkan lebih dari 80 ribu peserta magang, karena itu kami mengajak perusahaan dan generasi muda untuk mempersiapkan diri,” ujar Anwar, dilansir dari laman Kemnaker, Minggu, 26 Oktober 2025.

Selayaknya pada batch pertama, pelaksanaan program akan melalui sejumlah tahapan yang dirancang agar transparan dan terstruktur, baik untuk pihak penyelenggara maupun peserta.

Jadwal pelaksanaan program pemagangan Nasional batch kedua 2025 meliputi:

  1. Pendaftaran penyelenggara dan usulan program: 24 Oktober-5 November 2025.
  2. Pendaftaran calon peserta: 6-12 November 2025.
  3. Seleksi calon peserta: 12-20 November 2025.
  4. Pengumuman dan penetapan peserta: 21 November 2025.
  5. Pembukaan pelaksanaan magang: 24 November 2025.

Anwar menegaskan, sesuai arahan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, program pemagangan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui pengalaman belajar langsung di dunia industri.

“Pemerintah berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman nyata di tempat kerja,” jelas dia.

  • Related Posts

    Prabowo Ungkap Langkah Serius Tertibkan SDA dan Hentikan Kebocoran Anggaran

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan kebocoran anggaran yang dinilai menghambat pembangunan nasional. Hal itu disampaikan dalam sambutan pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul…

    Prabowo Targetkan Tutup Hingga 800 BUMN Bermasalah di Indonesia

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah untuk menutup sekitar 700 hingga 800 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak sehat dan terus merugi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya…